Hello,This is me!

Farid Zulfa

Never underestimate the power of dreams We are all the same the potential for greatness lives within each of us

JOHN DOE
+123-456-789
Melbourne, Australia

SEND ME A MESSAGE

Diberdayakan oleh Blogger.

Beauty

Customization

View more

Tips and Tricks

View more

Featured Documents

Tutorials

View more

Image Documents

View more

Jumat, 10 Juli 2015

KRITIK MANA LAGI ??? PART 1


Saya bukanlah siapa siapa, saya hanya seorang anak yang berusaha mencoba kritis dari apa yang ada di sekitar saya. Saya mencoba untuk peka terhadap realita yang ada. Dari berbagai pemberitaan di berbagai media saya ingin menguraikan sedikit pendapat saya atau pemahaman saya terhadap apa yang terjadi disekeliling kita. 
Saya mulai dari seluk beluk masyarakat Indonesia, Negara kita tercinta. Saya sangat cinta Indonesia. Saya tak punya niatan untuk menjelek-njeleki apa yang terjadi di Indonesia entah itu politik maupun budaya orang-orang kita. Tetapi saya ingin menyampaikan dari apa yang saya saksikan. Dari mulai hal yang sederhana, apa kita merasa kalau kita termasuk orang-orang yang munafik. Didepan menjadi teman dielakang menjadi musuh. Itu sudah menjadi budaya kita bukan. Coba anda resapi sendiri pernah anda menjelek-njelekkan teman anda di depan teman anda yang lain. Dan menjadi teman ketika di depan teman itu. Sudah terlalu biasa. Lalu orang yang selalu ingin menjadi lebih dipandang orang lain, bukannya berusaha membangun negeri. Ya memang, awalnya punya niatan yang tinggi untuk mengagungkan negeri ini. Tapi ketika mendapat apa yang kita mau kita lantas lupa apa tujuan kita sebenarnya. Lihat saja para anggota DPR. Saya yakin mereka memang orang orang pintar sekaligus BERUNTUNG. Tapi saya yakin mereka memiliki satu niat utama menjadi anggota DPR, apa itu??? Ya, harkat, martabat, dan derajat diri sendiri dan keluarga. Kalau kita logika, coba renungkan. Sudah sejak 1945 kita merdeka, hitung berapa lama kita sudah bebas. Tapi nyatanya, kita masih digolongkan Negara bawah meski kita terkadang digolongkan Negara menengah yang sedang berkembang. Yuk kita lihat Singapura, mungkin kalau dilihat dari luasnya tidak imbang, yuk kita lihat Thailand atau Malaysia, mungkin luas mereka jauh lebih kecil tapi setidaknya jauh lebih besar dari Singapura. Kita lihat kedua Negara itu, masyarakatnya dan negaranya leih makmur daripada kita. kita seharusnya sadar bukan maksud saya untuk menggurui anda. Tapi ayolah jangan cuma omong kosong belaka berkata aku cinta Indonesia seolah menggebu ingin membangun negeri ini tapi sikap dan mindset kita hanya untuk seperti yang diatas, ingin diagungkan dan dipuji, bukan untuk membangun negeri.
Orang kita senangnya iri, melihat ada yang makmur sedikit demo. Melihat ada yang senang sedikit demo. Coba yuk resapi. SADAR DIRI. Kenapa ngga bisa makmur kaya mereka?, kenapa Cuma jadi buruh? Yang bisanya meronta ronta tak tau malu. Katanya kami sengsara, kami tak diperlakukan manusiawi. Gaji kita tak dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari kami. Ya iyalah… makanya nggak usah hedonis Cuma jadi buruh tapi gayanya ingin menyaingi orang proletar… bukannya saya mengejek tapi saya geram. Untuk hidup sederhana saja apa perlu menuntut uang koran, uang parfum, uang pulsa, dll. Terlalu berlebihan menurut saya. Sarjana saja yang pengangguran banyak sekali, mereka menjadi karyawan sederhana juga sudah cukup. Sedangkan buruh yang notabene bukan golongan terpelajar kok menuntut lebih dari seorang Sarjana.  
Dan untuk calon sarjana Saya juga ingin memberi kritik kepada kalian. yaitu mahasiswa mahasiswi yang suka berdemo. Coba, kalian berdemo. Kalian bisa buat apa? Selama demo malah kaya ayam keracunan. Justru orang sepert gini yang merusak negeri. Lebih baik zaman soeharto. biar mulut mahasiswa diplester semua. Kalo bisa penjara seumur hidup atau mungkin kaya dulu lagi apa itu??? Yap bunuh. Itu solusi tepat… biar mereka jera, biar ngga seenaknya, biar ngga liar. Pendapat si bisa diutarakan. Tapi ngga bisa anarkis juga dong. Demo apa tawurannn. Kita bisa kan menggunakan perantara polisi atau lemaga pengadilan untuk memantau para petinggi kita.
Tapi polisi juga salah. Yuk mari polisi Saya juga ingin memberi kalian kritik. …ngapain ngasih tilang kalo duit disakuin???. Gaji kurang atau apa?. Kerjanya gimana si. Setiap tilangan pasti minta duit. Setiap akhir bulan langsung adain razia motor. Trus kumpulin  duit. Lalu kantongin duitnya. Malemnya karaokean… iya kan. Itu terjadi di daerah saya. Saya heran luar biasa. Lihat karaokean banyak mobil polisi dikira mau razia psk atau miras. Ternyata ikut karaokean juga. Maaf ya kalau saya menulis secara fullgar. Saya menulis ini bukan untuk polisi secara umum. Saya salut terhadap kinerja polisi yang memang benar benar mengabdi pada Negara. Tulisan ini hanya untuk mengkritisi polisi polisi seperti yang diatas… semoga cepat sadar diri, dan kembali ke jalan yang benar. Sudah mahal mahal biaya pendidikannya, seleksinya ketat pula. Akhirnya justru merusak citra pengabdi Negara. Coba lihat saingan kalian, TENTARA. Mereka yang bekerja di lapangan tapi kalian yang dapat duitnya. Mereka yang loyal pada Negara harus menjadi contoh. Pengabdian yang tinggi, sigap dan yang penting tak korupsi. Sebagai contoh yang nyata pula, KPK.  Coba ya kenapa kalau KPK bermusuhan dengan polisi atau istilahnya “CICAK VERSUS BUAYA” .Mungkin banyak polisi yang mengambil uang rakyat. Tapi secara kedudukan KPK ada di bawah polisi. Bagaimana bisa KPK menjatuhi hukuman pada polisi. Seharusnya KPK disejajarkan dengan polisi. Atau bahkan KPK memiliki perlindungan hukum dari Negara bahwa mereka memiliki kewenangan untuk menghukum dan mengadili para koruptor yang sedang duduk manis di jabatan mereka di kepolisian.   
Sekian dulu PART 1 ya.  Tulisan ini saya buat bukan untuk menghina golongan manapun, atau jabatan apapun saya hanya ingin kita sama sama mengkoreksi diri masing masing untuk membuat negeri ini sejahtera, maju dan dihormati Negara lain. Walau tulisannya amburadul Saya minta maaf. Tunggu kelanjutannya PART 2 dan seterusnya .Sekian, dan terima kasih telah berkunjung. 

Tidak ada komentar:

Breaking News

BTemplates.com

Comments

Featured

Blogroll

About

Recent Post

Popular Posts

Legal Documents

View more

Getting Started

View more